Sudah lama kami tidak menuliskan sesuati di blog ini. Hari ini saya coba mengunjungi blog ini dan coba menulis tentang kesemarakan Jakarta yang baru dua bulan ini memiliki moda transportasi baru yaitu MRT.

Jakartaku adalah Jakartamu. Jakarta itu seperti kekasih yang nyebelin tapi tetap kita gak bisa melepaskan diri darinya. Kalau jauh sedikit pasti kangen. Jakartaku, Jakartamu.

Sekarang Jakartaku punya MRT, aku bangga, kamu pun pasti bangga. Jakartaku Jakartamu.

Mungkin beberapa tahun ke depan, Jakarta akan semakin maju, namun ada satu hal yang berkecamuk di pikiranku. Akankah Jakarta akan menjadi kota yang sombong dan angkuh? Kami-kami yang miskin ini perlahan akan terpinggirkan, dan Jakarta menyisakan orang yang dengan mudah mendapatkan dan menghambur-hamburkan uang.

Jakartaku Jakartamu.
Mungkin nanti semua yang menjadi pertanyaan akan menemukan jawaban. Mungkin nanti akan terjadi hal yang baik, yang buruk, kita semua tidak ada yang tahu. Mungkin nanti masalah-masalah akan menemukan jawaban dan terpecahkan. Mungkin nanti akan ada kejutan yang menghampiri lagi. Mungkin nanti yang susah akan menjadi mudah, atau bisa jadi sebaliknya, yang mudah akan menjadi susah. Mungkin nanti usaha yang konsisten akan membuahkan hasil yang bisa membuat kita tersenyum lebar. Mungkin nanti semua keluh, peluh, akan menjadi kebaikan-kebaikan yang menyeluruh.

Mungkin nanti aku akan berubah. Mungkin nanti kau juga akan berubah. Mungkin nanti tidak ada lagi aku dan kamu, tapi menjadi kita. Mungkin nanti kau akan mengerti kalau usaha dan doa yang dilakukan setiap hari akan kembali menjadi sesuatu yang indah. Mungkin nanti kau akan membaca tulisan ini lagi.

Mungkin nanti... ah jalani hidup sebaik mungkin, karena kekhawatiran-kekhawatiran tak akan terjadi.



Tulisan ini adalah tulisan pertama saya di GalauBareng setelah saya genap berumur 26 tahun.

Setelah berucap syukur dan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan ucapan, doa kepada saya beberapa hari yang lalu, saya resmi mengarungi umur 26 tahun. Ternyata umur yang sudah seperempat abad lebih satu tahun ini membuat saya banyak berubah. Cara berpikir mulai berubah, tidak lagi begitu idealis karena ingat kalau tagihan dan cicilan KPR bulanan yang harus dibayar. Jadi, sebisa mungkin menikmati pekerjaan dan rutinitas sehari-hari.

Banyak juga pelajaran yang didapat setelah mengarungi umur 25, biarkan kesalahan-kesalahan yang dibuat menjadi pembelajaran. Kadang memang sebuah perjalanan tidak berjalan mulus. Seperti performance Adele di beberapa kesempatan yang mengalami kendala teknis. Salah satu yang paling terkenal adalah ketika Adele tampil di Birmingham 2016 silam. Ketika Adele menyanyi lagu All I Ask dan di tengah jalan terjadi kesalahan teknis, sound mati, namun yang muncul adalah sebuah keindahan. Semua penonton bersatu untuk bernyanyi bersama dan Adele tetap melanjutkan nyanyinya. Sampai akhirnya gangguan teknis tertangani, sound system kembali menyala, dan malah tepuk tangan gemuruh datang setelah kejadian itu. Mungkin hidup ini seharusnya berjalan seperti performance Adele, walaupun terjadi banyak salah, banyak yang enggak indah, tapi jalanin dengan sebaik-baiknya.


Biarkanlah semua perjalanan dan pembelajaran di umur silam menjadi pengalaman yang menghiasi perjalanan hidup.

Berada di tengah-tengah teman yang sedang kasmaran itu seru. Banyak cerita, lagu, dan celetukan-celetukan yang menyentil yang bisa dinikmatin. Kadang curhat terselubung, bantuin cari siasat supaya si orang yang digebet paham dan menyadari kalau dia lagi digebet, sampai kadang memberikan wejangan untuk selalu sabar dan berusaha, pasti dia akan ngerti juga.

Perhatian-perhatian akan kalah dengan kepastian. Utarakan. Masalah bertepuk sebelah tangan masalah ntar, yang penting hati lega dan dia tau kalau kita lagi suka sama dia. Rasa sayang dan cinta bisa tumbuh kok, cepat atau lambat.

Tapi ada masalah yang datang, yaitu saat kita jatuh cinta sama teman dekat sendiri. Canggung. Kalau mengutarakan cinta dan ternyata dia cuma nganggep temen aja bisa runyam. Hubungan jadi longgar, malah berujung gakbisa deket-deket dia lagi. Palingan hanya meratapi nasib, dengerin lagu galau sama sering curhat ke teman lain baiknya bagaimana, jujur aja atau simpan cinta rapih-rapih dalam hati.

Friend Zone, ini sebenarnya awal masalahnya. Banyak orang supel di luar sana yang bisa dekat dengan siapa aja dalam waktu singkat. Untuk orang yang baperan, friend zone ini bisa jadi masalah besar. Sering dicurhatin, cerita panjang-panjang, perhatian, tapi ujung-ujungnya jadian sama yang lain, atau yang paling pedih adalah ketika ngutarain perasaan dan dijawab kalau hubungan ini ya temenan aja. Udah ngarep puol, perhatian 100%, kalau dia sedih selalu siap jadi pendengar yang baik dan sandaran kepala, padahal ya statusnya cuma teman aja.

Jadi, sampai kapan?


Pernah nggak ngerasa butuh me time dan menghilang sejenak dari agenda kumpul mingguan sama temen-temen segenk, sekampus, sekosan, sehobi, dan se-se lainnya? Atau pernah nggak geram dengan keadaan bahwa kayaknya terlalu nurut dengan plan keluarga ke sana dan ke mari pas weekend, padahal mau ke salon, berenang, jalan-jalan sama temen-temen, atau sekadar duduk berjam-jam buat nulis blog yang udah lama terbengkalai?

Terus mana yang seharusnya dipilih?

Itu kalimat yang suka muncul dalam benak aku beberapa minggu ini, dilanjutkan dengan pertanyaan galau dari diri sendiri:
"apakah bersosialisasi sesusah ini setelah usia makin matang, teman makin banyak, panggilan bisnis harus dijalanin, dan pertemanan tetap harus dijaga kehadirannya? Lalu, kapan buat ngurus diri sendiri, menyenangkan diri sendiri, melakukan apa yang diri ini sukai? Kan cuma punya 2 hari di weekend aja nih yang kalau dirasain jalannya cepet banget ini weekend."

Padahal kita punya segala macam media sosial, social chat messenger, dan lainnya yang katanya tidak terbatas oleh waktu dan jarak, nyatanya waktu kita selalu habis sebelum semua agenda selesai dijalankan, nyatanya jarak deket aja antara Bintaro - Senayan bisa kerasa kayak Jakarta - Bandung akibat macet dan segara media sosial juga social chat messenger nggak bisa menggantikan pertemuan langsung.

Rasanya tetap beda....

Saat cuma ngobrol lewat messenger, voice call, dan video call kalau dibandingkan dengan ngobrol langsung, tatapan, duduk santai, sambil ngemil 1 camilan berdua....

Yuk, giatkan kembali reality life, walau anak socmed aku approved kok masalah realita, soalnya kebanyakan maen digital malah makin sadar bahwa manusia itu bukan hologram apa lagi benda maya, mereka bisa disentuh, punya perasaan, terdiri dari beragam sikap dan sifat yang nggak bisa dibandingin apa lagi disamain, dan butuh kesabaran juga waktu buat memahami mereka.

The last but not least..........


Nikmati weekend kalian tanpa jadwal atau rencana saklek, karena itu lebih menyenangkan, mengalir dan lihat mana yang bisa dinikmati aja, tanpa paksaan dan rasa tidak ikhlas :)

Happy weekend semua :*
Seorang teman dan guru piano saya pernah berkata
"Hari besok harus lebih baik dari hari ini. Karena sayang kalau setiap hari hanya dihabiskan dengan yang begitu-begitu aja."
Saya adalah orang yang selalu menyimpan baik kutipan-kutipan bermanfaat yang diucapkan oleh orang di sekitar. Ketika saya lupa atau mulai bergeser, saya akan mencoba mengingat-ingat kutipan apa yang pernah diucapkan oleh orang-orang di sekitar saya. Kadang saya juga sering menyampaikan quote itu di teman-teman sekeliling, bukan bermaksud untuk menggurui, tetapi bukankah membagikan nasihat baik dan bijak adalah cara kecil manusia untuk mengubah dunia menjadi lebih baik?

Dunia dan sekeliling bisa berubah seiring konsistensi yang kita terapkan. Perbuatan yang baik sebaiknya dilakukan dengan konsisten, sampai akhirnya kegiatan baik itu bukan lagi menjadi keterpaksaan, melainkan kebutuhan. Ini saya alami kala saya memulai membiasakan lari pagi, awalnya memang berat, saya memaksakan diri saya untuk berlari setiap pagi, dan akhirnya saya menemukan kesenangan. Lari bukan lagi suatu keharusan, melainkan kebutuhan.

Berjuang konsisten untuk berlaku baik bisa diterapkan pelan-pelan. Mengatur waktu yang kita punya dalam satu hari, karena waktu tak akan pernah kembali. Kalau kita bisa memanfaatkan waktu dalam sehari, ya mudah-mudahan kita bisa menjadi manusia yang tidak merugi di masa depan nanti.

Jadi, besok siap kan masuk kantor lebih pagi? Siapkan untuk mendapatkan pengalaman baru dan ilmu yang lebih banyak dari sebelumnya?
Kadang kesal jika percakapan di Whatsapp dengan seseorang yang sedang kita taksir tak berbalas. Hanya satu arah. Lebih parah lagi kalau dia yang sedang kita gebet malas membalas pesan basa basi yang kita kirim ke dia. Nah... lagu ini mengingatkan saya dengan kejadian itu.

Paska berani menyatakan kalau saya menyukai dia pada dua tahun yang lalu, dia pergi menghilang seperti menjauh. Percakapan seru di Whatsapp berubah menjadi percakapan satu arah. Hanya saya yang menanyakan pertanyaan. Sampai saya harus berpikir keras kira-kira pertanyaan apa lagi yang harus saya tanyakan ke dia.

Seorang teman pernah berkata kepada saya

"Rasa sayang akan hilang seiring dengan perlakuan orang yang kita sayang kepada kita. Apalagi baru cuma gebetan"

"Maksudnya?"

"Pesan singkat jarang dibalas, pun kalau dibalas cuma sekadar aja. Basa-basi yang kita buat tidak bersambut, dia cuek."

"Tapi akan tiba masanya kok basa-basi kita disambut dengan riang gembira bahkan ditunggu. Tentu dengan orang dan saat yang tepat. Sabar aja"