MEGATRUH




Kembali menguak cerita lama. Abis ngumpul sama temen-temen terus mereka pada bahas kenapa sekarang udah jarang banget update di twitter. Dari yang sekedar follow selebtwit, portal berita, akun horoskop (haha), sampe ngecengin temen satu kampus #ehsiapa?

Di awal-awal twitter berjaya, saya doyan banget ngetweet galau-galau ala mbak-mbak hilang arah terus share pengalaman pribadi, becandaan, dan yang paling sering apalagi kalau bukan share pengalaman mistis-mistis gitu sampai akhirnya dapat julukan nyai. Nah tiap malam jumat gini rasanya timeline twitter zaman dulu rame dengan #memetwit, sekarang agak-agak hampa sih. Dulu sempet kebawa karena emang sayanya suka nganggur pengen sharing biar orang-orang merinding. Iya ini jahat, tapi temen-temen pada penasaran gimana dong. 

Karena mendadak kepikiran #memetwit dan sudah lama banget ga sharing soal beginian, beberapa pekan lalu ngumpul sama temen dan mereka request untuk cerita tentang yang-serba-gak-kelihatan. Karena saya suka biasa aja tiap ada yang bahas soal mahluk astral, mendadak sebelum berniat menulis postingan ini perut saya mules, separuh badan pegal-pegal, dan rasanya ingin cepat balik ke kosan. Usut punya usut ternyata raga lagi meramu energi bersama suatu yang tak kasat mata. Mereka datang, minta diceritakan. Entah soal hari ini atau waktu kemarin.

Emang sih beberapa waktu belakangan suka gak terlalu peka sama "mereka" tapi mendadak jadi peka banget. Sampai akhirnya beberapa malam lalu pas lagi gak ada firasat apa-apa, tiba-tiba kebiasaan lama saya balik lagi. Seperti Megatruh. Entah kenapa saya suka menggunakan istilah tembang macapat jawa ini yang kurang lebih memposisikan diri dimana jiwa dan raga kamu dinyatakan berpisah. Proses jelang kematian. Tetapi yang saya mau ceritakan adalah pengalaman semacam Megatruh atau kalo bahasa kecenya sih Astral Body Projection dimana kamu menyadari kalau roh kamu terlepas dari raga dan dengan berat hati saya bilang ini adalah hal yang super menyakitkan buat orang yang emang gak pernah berlatih untuk itu. Selain suka bikin "nyasar", proses mengembalikan roh ke raga itu rasanya seperti disengat listrik. 

Beberapa tahun kebelakang banyak orang mulai membahas tentang korelasi Astral Body Projection, lucid dream, dan sleep paralysis. Beberapa situs bahkan menyediakan forum khusus untuk membahas pengalaman mereka setelah melatih dirinya tenggelam dalam peristiwa itu. Saya orang yang tidak bisa menelan mentah-mentah kejadian mistis sedari kecil. Selalu penasaran bagaimana tingkat spiritual diri, keberadaan energi, atau semua hal aneh itu dapat dijabarkan secara ilmiah dan logis. Bahkan ketika menonton film Doctor Strange saya bisa langsung terpana karena itu benar adanya meski berbalut fiksi ya. Dan satu lagi, film Insidious 1 dan 2, astaga itu cerita mirip dengan yang pernah saya alami. Saya jadi tertarik dan mendalami ini semua. Tidak terasa sudah begitu lama.

Seperti diketuk untuk kembali mendekatkan diri pada yang membagi hidup dan mati, kebiasaan saya berjalan-jalan dalam mimpi dibangkitkan lagi. Saya kembali belajar energi dalam reiki dan yang baru-baru ini saya alami memang Astral Body Projection dimana saya saat itu sedang cemas karena belum bayar kosan. Malu-maluin ya tapi emang kalo kita punya hutang itu kepikirannya sampe kemana-mana. Masa ngekos saya sudah habis dan sudah waktunya cabut dari Malang. 1 bulan sebelumnya, saya sudah packing dan mendadak jadi insomnia (lagi). Baru bisa tidur setelah subuh dan bangun lagi sejam setelahnya. Kejadian berulang ini tiba-tiba semakin aneh karena saya merasa ada bayangan yang terus mengintai di balik jendela. Dalam hati bergumam apa iya sih karena mau pergi dari kosan ini terus jadi disamperin mahluk-mahluk astral yang awalnya menutup diri. Malu-malu jika disapa, atau hilang jika dicari.

Selama tinggal di Malang, saya hanya dua kali pindah kosan dan cuma di  kosan sekarang ini saya tidak terlalu akrab dengan "penunggunya". Karena intensitas kehadiran "mereka" mulai tidak wajar, saya terus kepikiran. Makin susah tidur dan akhirnya kami berpapasan di mimpi. Sebel.

Saya mengibaratkan dunia saya dan dunia "mereka" itu hanya dibatasi benang. Tipis sekali pembedanya. Jika saya ceroboh masuk ke tempat "mereka", ya tentu saja "mereka" notice dengan keberadaan saya. Karena kebiasaan megatruh ini kadang susah saya kontrol, akhirnya mau tidak mau harus papasan beneran dengan mahluk astral dan akibatnya saya yang lebih sering panik karena roh saya asik berjalan sedang badan tergeletak diam di kasur. Terdiam dan melihat badanmu sendiri di kasur itu mengerikan, teman. 

Masuk ke tahap sleep paralysis dimana fungsi otak saya sedang berada di tahap Rapid Eye Movement (REM) dan mendadak terbangun dengan kondisi tidak nyaman. Melihat semakin banyak bayangan di sekitar badan dan orang awam akan bilang ini "ketindihan". Halusinasi melihat sosok a, b, c, d yang bisa saja mengerikan. Ya, saya yakini saat itu ada sosok laki-laki besar berbadan hitam berada tepat satu langkah dari saya. Entah berwajah atau tidak, dia seperti manusia. Bergerak cepat, tangannya berusaha meraih sesuatu dan kemudian hilang begitu saja.




Sejak saat itu saya mulai berusaha pamitan. Bicara sendiri dengan beberapa sudut di kamar untuk pergi dan merelakan. Merapal doa dan memperbolehkan "mereka" berdiam disana tapi jangan mengganggu penghuni selanjutnya.

Beberapa hari lagi saya akan wisuda dan kamar itu akan kembali kosong tanpa penguasa. Mungkin sosok perempuan bergaun cokelat, laki-laki dengan tangan berurat, ataupun bayangan ungu dan hitam berbentuk bulat yang akan menjaganya.

Jika kamu percaya "mereka" ada, tak usah takut karena mengusik dan berisik adalah bagiannya. Bukan untuk menakuti dirimu, tapi untuk memberi tahu bahwa Tuhan mencipta bukan cuma manusia.

Kamu ingin belajar megatruh? lebih baik jangan ya.

Related Posts

9 comments

  1. Sungguh, aku tak menyangka kamu bisa seperti ini. Aku terkejut, dan tercekat!

    ReplyDelete
  2. Noooo tengkyuuu. Ada bunyi-bunyian sedikit aja kalo malem ngga berani merem

    ReplyDelete
  3. Hmmm, interesting, aku gatau percoyo ngenean, tapi mari moco iki rodok yokpo ngono

    ReplyDelete
    Replies
    1. Podo syar, karena gak yakin akhirnya aku menelusuri. Nemu reasoning yang pas dari sisi medis-psikologi-bahkan ke hal yang paling sensitif macem "di sisi agama gimana". Kalo jeli, pengetahuannya sudah ada tinggal pilihannya mau cari tahu, percaya atau gak hehe

      Delete
  4. Dan aku pernah di datengin kamu lewat mimpi. Waktu aku main ke malang tapi kamu harus pergi ke luar kota dan aku tidur sendirian di kamar kamu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahahaha serius yu? Waktu itu nenek aku meninggal tapi aku kepikiran kamu di kosan sendirian gimana. Beberapa temen kebanyakan pernah aku "samperin" lewat mimpi dengan alasan yang macem-macem wkwkwkwkw

      Delete