Menjadi dewasa, haruskah?

Pernah kepikiran nggak untuk mengulang kembali masa kecil? Atau ingin balik ke masa favorit saat masih sekolah dulu? Kalau iya, berarti kita sama, gais!

Kalau boleh dirunut, masa SD adalah masa yang paling enak, karena tanpa mikirin waktu, uang, dan perasaan orang lain kita bisa suka-suka hati berbuat. Kalau berantem pun sama teman sepermainan paling 5 menit kemudian udah baikan lagi, nggak ada tuh ngegosipin atau berprasangka buruk a.k.a suuzon sama orang lain, dan selalu positif thinking. Paling yang diingat cuma lapar, main, dan ngantuk.

Rasanya malas untuk tumbuh jadi orang dewasa, walau waktu kecil selalu kesal kalau disebut 'anak kecil' atau 'belum gede jadi nggak boleh' atau 'nanti ya kalau sudah dewasa'. Tapi, kadang ada sedikit penyesalan jadi orang dewasa, soalnya tanggung jawabnya besar ternyata, huftness....

Jadi dewasa menandakan kita juga harus memikirkan orang lain, walau bukan menjadi tanggung jawab langsung, karena itulah tandanya jadi orang dewasa, punya pemikiran dan perasaan peka yang lebih.

Namun, ada sih enaknya jadi orang dewasa. Saat kita dicap "dewasa" kita bisa memilih jalan hidup sendiri, apa yang ingin dilakukan, dan pastinya dihargai tiap ucapan kita, walau belum tentu semua orang setuju. Jadi dewasa memang berat, tapi namanya juga hidup, tidak ada yang mudah, tho? Yuk, buat yang masih terbayang-bayang indahnya masa kecil dan nikmatnya jadi anak-anak, kita sama-sama tumbuh dewasa dan ciptakan kenangan masa dewasa dengan bijak, supaya ada cerita untuk anak-anak dan cucu kita nanti :)

p.s.: hidup jangan dibikin galau, jalanin aja tapi kalau galau muncul juga, nikmatin aja :D

Related Posts

2 comments

  1. Quote terakhirnya bagus bangeeet. Karena galau itu sehat dan perlu, Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Galau adalah bagian dari manisnya hidup kak #azeksedap

      Delete