Potret Kecil Nobita & Kawan-kawan

Art & Story by Valentinus Adrian
@valendrian


Doraemon. Sebuah kata yang begitu sering muncul di kepalaku. Ya, hingga saat ini usiaku beranjak dewasa aku tidak bisa melupakan kata yang membuatku begitu antusias. Kurasa bukan hanya aku saja, kuyakin milyaran orang di luar sana akan sama denganku.

Saat kecil aku menontonnya di TV, aku sangat ingin menjadi Nobita. Cukuplah, kalian pasti sudah tau alasannya. Saat agak besar tubuhku ini, Doraemon mulai menjadi penghalangku untuk pergi ke gereja pagi. Haha.

Sekarang aku semakin dewasa, aku mulai merefleksikan cerita dan pendalaman karakter dari Doraemon melalui gambar serial. Ya, kupelajari sungguh-sungguh apa yang kutangkap dari setiap karakter tokoh kartun Doraemon.


Kita mulai dari Nobita & Doraemon.


Kuberikan judul “Best Friend” pada lukisanku kali ini. Kalian yang bersaudara atau bersahabat, tentu pernah merasakan sayang dan bencinya satu sama lain. Bahkan disaat yang bersamaan. Pengalaman itu dapat kita lihat dalam keseharian Nobita & Doraemon. Doraemon begitu benci pada Nobita yang pemalas dan selalu meminta-minta alat ajaib untuk menolongnya, tapi disisi lain ia begitu luluh jika Nobita sudah memeluknya. Tapi pandanglah sekali lagi lukisanku ini. Ekspresi Nobita yang “nggilani” namun itu memang polos adanya akan membuat Doraemon risih dan benci lagi beberapa saat kemudian setelah dipeluk. Meski tadinya ia sangat gembira. That’s best friend called.


Aku juga punya tentang Suneo dan Giant.



Fujio F. Fujiko menciptakan karakter mereka begitu akrab dan dekat. Tapi bagiku, Suneo itu bermuka dua. Kalian yang akrab dengan serial Doraemon, bahkan jika sampai saat ini masih suka menonton tiap episode-nya di YouTube akibat sudah mustahil untuk bangun di hari Minggu pukul 8 pagi, pasti tau alasannya. Suneo tampil bagaikan seorang “sahabat” yang sangat support terhadap segala tingkah polah Giant. Namun yang benar adanya adalah di depan mendukung, di belakang ngedumel. Tapi aku membuatnya di lukisan ini Suneo ada di depan, wajahnya sinis, untunglah Giant-nya merem meski di belakang. Hati-hatilah kawan, dengan persahabatan model begini. So, si dia itu “Friend or Foe”?


Jangan lupakan si Shizuka.


Anak ini diceritakan cantik, baik, cerdas, tapi sebenarnya cukup pemalu. Tahukah kalian bahwa Shizuka itu les biola? Tapi belum pernah kulihat dia memainkannya dengan baik. Dia sangat malu jika diminta menghadirkan lantunan lagu dari dawai biolanya jika dilihat teman-temannya. Namun ia terus berusaha. Topik Shizuka sedang les biola (kadang juga piano) sering kita jumpai ketika Nobita main ke rumahnya. Hati-hatilah kawan dengan orang yang seperti ini. Jangan pernah terucap kata ejekan untuknya. Mereka yang berjuang meniti “Harmony” apalagi dengan hati yang terluka selalu mengincar big success for big revenge. Support dan besarkanlah hatinya seperti yang dilakukan Nobita dan Doraemon. So, untuk saat ini Shizuka kugambar malu-malu dulu ya.

Demikian para Galau-ers cerita memori masa laluku yang kutuangkan lewat lukisan yang diinspirasikan dari kisah kehidupan si robot masa depan. Oh ya, semua gambar ini kubuat dengan Adobe Photoshop & alat pen tablet tua yang selalu menemaniku hingga saat ini. Semoga bermanfaat, ya!

Related Posts

1 comment

  1. Hi mas Valen/mas Adrian.Gambarnya bagus, ceritanya juga. It's nice having your work at galaubareng 😄

    ReplyDelete