Rindu yang HQ & HQQ

Instagram.com/wahidsabillah
Perpisahan seharusnya tidak menyedihkan. Perpisahan itu wajar. Kalau bertemu ya pasti nantinya akan berpisah. Cepat atau lambat. Berpisah dari orang yang kita sayang pasti akan terjadi, begitu adanya. Namun, akankah muncul rindu setelah kita berpisah?

Sewaktu berpacaran zaman SMA saya sering mengumbar kata rindu kepada kekasih saya -sekarang sudah menjadi mantan kekasih. Pagi sebelum berangkat ke sekolah, kami selalu mengirimkan pesan singkat dan berakhir dengan kata "Aku rindu kamu". Waktu itu saya belum bisa menentukan apakah kata rindu yang saya ketik di pesan singkat itu adalah rindu yang High Quality (HQ) & HQQ (Baca : Hakiki). Ternyata saya baru menemukan kalau rindu waktu itu adalah rindu yang sama sekali tidak HQ & HQQ, rindu yang hanya omongan di lisan saja -atau pada kasus ini rindu yang hanya diketik di pesan singkat saja.

Manusia perlu rindu yang HQ & HQQ, Ketika kamu berani berucap "Aku rindu kamu" ya kita harus ada action nya. Memikirkan bagaimana caranya supaya rindu itu lunas terbayar. Melunasi rindu pada zaman sekarang sebenarnya susah-susah-gampang. Dengan adanya kemajuan teknologi orang - orang bisa dengan mudah bertemu atau bertatapan wajah dengan facetime, video call lewat skype, line, bbm. Tapi apakah itu yang disebut melunasi rindu? Bagi saya belum. Cara paling ampuh untuk membayar rindu adalah dengan bertemu, bertatap muka secara langsung, berjabat tangan, dengan begitu rindu yang kamu punya adalah rindu yang HQ & HQQ. Jika kamu belum memaksakan diri untuk bertemu secara langsung, maka rindumu belumlah rindu yang HQ & HQQ.

Tetapi sewaktu SMA saya pernah beberapa kali melunasi rindu saya. Dan rindu ini saya golongkan ke dalam rindu yang HQ & HQQ. Saya harus berbohong kepada Ibu saya untuk menjemput kekasih dari les persiapan masuk perguruan tinggi. Waktu itu malam dan hujan deras. Saya terlanjur janji dengannya dan memang pada saat itu saya benar-benar rindu bertemu dengannya. Akhirnya saya izin ke Ibu untuk keluar dengan alasan ingin mengerjakan tugas sekolah. Keesokan harinya setelah hujan-hujanan untuk menjemputnya, saya harus istirahat di rumah karena demam tinggi. Begitulah rindu yang HQ & HQQ. Kita rela melakukan segala macam cara untuk membayar rindu kita.

Pernahkah kamu melakukan hal konyol hanya untuk membayar rindu? Pernahkah kamu mempunyai rindu yang HQ & HQQ?

instagram.com/wahidsabillah
*Tulisan ini ditulis karena saya lagi rindu dengan seseorang yang jauh di sana, padahal setiap Selasa kita ketemu, tetapi sepertinya rindu yang saya punya terlanjur banyak dan susah hilangnya.

Bonus lagu yang sering saya dengerin kalau lagi rindu banget



Related Posts

1 comment

  1. Seperti hutang, rindu harus tuntas dibayarkan. Jangan tunda hingga berbunga, jika tak mau jadi beban pikiran :)

    ReplyDelete