Serba Salah

Katanya orang tua zaman dulu, jadi perempuan itu tidak boleh kasar, harus manut, dan bisa masak juga dandan cantik di depan suami, tapi zaman sekarang jadi perempuan seperti itu sering ditemukan jadi korban KDRT.

Katanya orang modern zaman sekarang, jadi perempuan itu harus mandiri, bisa tegas, pandai mengatur keuangan, dan tidak bergantung sama siapa pun, tapi beberapa fakta menunjukkan saking serius mengejar impian lupa akan kodrat adalah makhluk sosial yang perlu pendamping sehingga sendirian sampai waktu yang cukup lama dan terkadang disakiti dengan kasus perselingkuhan pasangan.

Katanya orang tua zaman dulu, jadi lelaki itu harus kuat dan rajin bekerja juga soleh karena akan jadi pemimpin keluarga yang didengarkan nasihat dan diikuti keputusannya, serta akan dilayani setiap keinginannya, tapi banyak yang ditinggalkan ketika harta, kekuasaan, kegagahan itu hilang dan diganti dengan kerapuhan.

Katanya orang modern zaman sekarang, jadi lelaki itu harus berhati lembut, mau bertoleransi, bisa masak jadi nilai plus, dan selalu memutuskan sesuatu atas dasar diskusi bersama pasangan, nyatanya tidak sedikit yang dipermainkan kebaikannya oleh pasangan dan bahkan ada yang diatur, sehingga dunia rumah tangga terbalik, apakah itu yang ideal?

Menjalin hubungan dengan partner cuma perlu 3 hal sebenarnya:
1. Saling menurunkan ego masing-masing untuk menerima bagaimana pasangan kita
2. Komunikasi yang efektif untuk saling jujur dalam hal apa pun
3. Komitmen untuk melakukannya walau sulit atau sudah hampir menyerah, lalu kembali lah pada poin no.1


Walau terlihat serba salah, ya memang ber-"relations" itu tidak ada yang mudah, karena terdiri dari 2 atau lebih makhluk yang serba berbeda dari sisi apapun juga. Serba salah memang karena poin-poin yang tertulis di atas belum tentu efektif untuk diterapkan ke semua hubungan, namun solusinya masih sama yaitu EGO. Lalu kalau begitu dimatikan saja ego agar semua hubungan lancar! Eits, kata siapa akan maksimal? Masih ada poin-poin lain yang harus disesuaikan.

Buat yang masih galau cari pasangan, mungkin bisa benahi dulu diri sendiri dengan berlatih mulai dari mengontrol ego di tempat kerja dengan rekan kerja, mengevaluasi cara komunikasi kita apakah efektif dan mudah dipahami tim kita, komitmen akan bangkit dan berusaha bertahan dengan solusi terbaik walau ada halangan dan rintangan saat mencari kitab suci *ehh* (serius amat, rilek dikit lah)

Semoga tulisan ini bisa bikin yang galau jadi sedikit nggak galau, yang galau banget jadi rada mendingan galaunya, yang galau maksimal yuk kita galaubareng.com :)

*tulisannya hanya hiburan semata dan luapan dari daya kreativitas penulis jadi nggak usah dimasukin hati apa lagi bikin BAPER, tapi kalau setuju silakan komen, lho di kolom komentar :)

###

Related Posts

5 comments

  1. Kalau aku masih jomblo gimana kak? Kunto Aji nih kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jomblo bahagia, nikmatin ajaaa (baca: nikmatin TTM ama yg laen haha)

      Delete
  2. Masalahnya EGO memang paling meluap pas masa infatuation. Berkurang karena lama-lama ditundukkan sama desire terutama di fase mirroring kalau pinjam istilahnya Jacques Lacan. Menurut gw, lebih susah buat menahan desire yang lebih meletup dan gampang terpancing. Kenapa? Karena itu yang paling purba dari lapisan bawah sadar manusia. Interkonektivitas antara Ego dan Desire ini sifatnya antagonistik, jadi harus ada yang 'kalah'. yang mendamaikan ya superego tadi. Gimana alam bawah sadar kita bisa menundukkan itu masing masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Superego kalau menurut psikologi komunikasi kadang datang dari alam bawah sadar, tapi simplenya klo hidup bersama orang lain harus berusaha memahami dan mendengarkan, that's what I mean of "Menahan EGO" :)

      Delete
  3. Lebih instrumentalists berarti dong? Padahal superego aja sifatnya spekulatif. Nice opinion and solution btw

    ReplyDelete