Love is not Abuse



Kala takut dan degupan kencang selalu kamu rasakan saat pukulan keras menghantam di wajah. Kamu coba berlari tapi tak bisa, kamu coba berteriak tapi terasa kedap. Kakimu seakan dirantai, mulutmu seperti dibungkam, bahkan kamu tak punya kuasa atas diri yang kamu bawa saat ini. Kamu penuh keluh, bersemanyam dalam resah. 

Kekerasan itu tak pernah atas nama cinta. Ia menjalari emosi dan menyeruak seperti setan yang kehilangan akal. Gegar kiri dan kanan.

Kekerasan itu tak pernah atas nama cinta. Dilakukan berulang tanpa penyesalan. Mencipta bilur di bagian terdalam, teringat dalam alam bawah sadar.

ke·ke·ras·an n 1 perihal (yg bersifat, berciri) keras; 2 perbuatan seseorang atau kelompok orang yg menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain; 3 paksaan.

Dulu kita hanya mengenal kata kekerasan berlaku untuk hal yang berhubungan dengan fisik seseorang. Bisa jadi pemukulan atau hal lain yang sifatnya nampak. Istilah kekerasan juga tak jarang dikaitkan dengan banyak hal salah satunya kekerasan verbal. Memaki dan Merendahkan.

Meremehkan seakan jadi gaya hidup, kekerasan verbal tak pandang bulu kepada siapa ia ditujukan. Bisa jadi keluarga, pasangan, atau kawan jadi korban. Apakah bibirmu telah berucap benar atau justru menyakitkan banyak orang?

Lain lagi soal kekerasan domestik. Bawa-bawa cinta. Runyam.

Seseorang yang nampaknya memiliki kehidupan sempurna rupanya tak selamanya bahagia. Satu dua orang dari mereka bahkan bilang bahwa sesungguhnya alami kekerasan. Menerima temperamen yang meledak-ledak, dikritik pada setiap hal yang dilakukan, dijauhkan dari teman dan keluarga.

Pasanganmu boleh jadi insecure dengan memeriksa berbagai social media yang kamu miliki tanpa permisi. Pasanganmu boleh jadi cemburu dengan menguntit setiap hal yang kamu lakukan. Mempermasalahkan ekonomi siapa yang lebih baik atau bagaimana cara kamu bekerja dengan orang. Lebih-lebih ia memaksa kamu melakukan hubungan seks diluar nikah tanpa kesepakatan. Memperlakukan kamu seolah kamu bersalah dan ia yang dirugikan. Terus menyangkal. Apakah sekarang kamu bertanya-tanya bahwa hal itu termasuk dalam kekerasan dan kamu mengalaminya?

Rasanya, kekerasan tak pernah atas nama cinta dan hubungan dua insan bukanlah hal yang harus dilandasi dengan siapa yang lebih punya wewenang untuk berlaku kasar dan timpang keadilan. Rasanya permohonan maaf, berjanji untuk lebih baik, dan kembali berlaku keji adalah siklus dari kekerasan yang dapat terus mengakar. Menjerat dan buat terikat pada hubungan tak sehat.

Peluk dirimu sendiri dan yakinkan bahwa kamu bahagia tanpa merasa tertekan. Abaikan amarah dan rundukkan kesal, kamu layak bicara tegas tentang perbuatan yang orang lain lakukan pada dirimu. Kamu punya kuasa untuk kuat berdiri mendekap jiwamu yang kelelahan. Sebab hidup hanya sekali, jauhkan cinta dari kekerasan. 



ps : jika kamu pernah mengalami kekerasan domestik atau penasaran dengan hal ini, share dan tanyakan di kolom komentar.

Related Posts

No comments:

Post a Comment