Ditulis Tadi Siang

Semua yang kita punya lambat laun akan kita tinggalkan. Seperti kenangan usang yang perlahan pudar dimakan oleh zaman. Ingatan perlahan akan hilang, apalagi ketika kita menua --bahkan bisa pula kita lupa nama kita siapa.

Aku tidak mau menjadi usang. Tetapi usang akan tetap datang dan tak peduli aku inginkan atau tidak. Perlahan rambut memutih. Kulit keriput. Kerutan di mana-mana.

Tetapi tidak pada cinta. Menyala-nyala seperti api. Kalaupun redup pasti tak akan padam sempurna. Pasti akan terlihat bara yang ketika ditiup akan menjadi api yang menyala-nyala lagi.

Ah... Aku teringat dengan wangi rumput. Musim hujan datang, dan rumput liar tumbuh subur di pekarangan. Pagi tadi ada tukang rumput yang dibayar untuk menebanginya. Wangi rumput menyeruak masuk ke kamar.

Sewaktu kecil aku sering bermain di pekarangan. Mencari Putri Malu yang sedang mekar. Aku sering menginjak dan menyentuhnya, lalu mereka pun menguncup karena takut. Ah... aku teringat dengan lagu Putri Malu yang pernah aku bawakan sewaktu lomba menyanyi saat SD.

Minggu ini adalah minggu terakhir. Aku sudah menyiapkan ruang untuk direkam dan diabadikan. Semoga tidak ada yang terlewat dan terlupakan.

Ah... tapi aku lupa. Di atas aku tulis kalau kenangan perlahan akan pudar dimakan oleh zaman.

*ditulis ketika ingat kalau minggu ini adalah minggu terakhir saya di kantor ini


Related Posts

No comments:

Post a Comment