In The End of The Long Weekend

Akhir pekan yang panjang usai dalam waktu beberapa jam lagi. Hari esok menanti dan saatnya kita menyeberang lagi ke realitas. Kembali berkutat dengan kerjaan, meeting project, bikin proposal, presentasi dengan client, mengerjakan revisi. Bersiaplah.


Akhir pekan panjang ini ditutup dengan hati gamang. Entah muncul dari mana. Padahal di hari ini saya mencoba pergi ke luar Jakarta dan menghabiskan hari di Bogor bersama teman-teman. Sepanjang hari kita tertawa riang, tapi aneh ketika di perjalanan pulang, saya merasa melankolis sekali.

Berbagai macam pikiran menghantui saya. Pertemanan saya dengan teman-teman ini adalah pertemanan panjang. Sahabat ketika saya masih di bangku SMA, sampai hari ini kita masih berkomunikasi dan hampir tiap minggu selalu tatap muka. Saya selalu mengirimkan pesan "Mau ke mana kita?" di setiap akhir pekan atau hari libur. Kadang ditimpali dengan baik, atau hanya berujung chat saling cela di group Line, tapi tetap membuat kami tertawa.

Sampai pada hari ini ketika di perjalanan menuju Bogor teman saya bertanya "Kalau nanti lo punya istri, lo harus jawab pertanyaan 'Mau kemana kita?' dari gue tiap minggu ya. Gantian!" saya hanya tertawa lepas.

Ketika punya keluarga nanti, akankah teman-teman kita akan perlahan ditinggalkan? Apakah kita akan sibuk dengan keluarga kita? Masihkah ada waktu untuk haha hihi dengan mereka? 

Masa-masa ini akan saya simpan baik-baik kenangannya. Pergi ke daerah Cipanas dini hari cuma buat makan Sate Maranggi Sari Asih, pulang pagi di hari Sabtu hanya untuk ngobrol sepulang futsal, bakar daging di taman belakang salah seorang teman di akhir pekan, menengok teman-teman ketika mereka bekerja di akhir tahun di salah satu mall di Jakarta Barat, bermalam di Sentul, makan sushi di bogor, wisata kuliner sampai uang kita habis, dan masih banyak lagi kenangan yang saya simpan dengan baik.

Cepat atau lambat semua itu akan selesai, dan tinggal kenangan yang akan dibahas lagi kalau ketemu. Boys Talk, Boys Night Out, akankah terus begitu sampai beberapa waktu kedepan? saya tidak tahu. Mungkin hanya jodoh dari masing-masing kami yang akan bisa mengakhirinya.
"...Jika Tua Nanti Kita Telah Hidup Masing-Masing. Ingatlah Hari Ini"


Related Posts

No comments:

Post a Comment