Pelihara Hewan : Pakai Hati, Bukan Emosi



(Source : www.pinterest.com)

Lagi rame soal kekerasan pada binatang diomongin di jagat dunia maya. Salah satu formernya komunitas pecinta hewan jadi tertuduh karena dianggap nelantarin hewan, komunitasnya nutup-nutupin kekerasan lah, gak bertanggung jawab dan lain-lain pokoknya. Pas isu ini muncul, saya sih langsung cari-cari info dari akun-akun terkait dan ternyata wuuuuuuuzz secepat angin banyak orang speak up soal kasus ini.  

Awalnya memang tau dari akun ig @melaniesoebono yang sempat unggah video pernyataan soal anak kaki 4-nya yang udah berbulan-bulan gak ada kabar, anjing bernama Nina. Bukan karena berdasar kepo doang, sebenarnya saya sendiri orang yang suka banget sama binatang bahkan liat video harimau lompat-lompat aja saya bisa kegirangan. Ya, begitu kasus ini naik ke permukaan, antara nyesek sama masih gak percaya kok ada orang yang tega jahatin hewan dibalik tembok kredibilitasnya sebagai pencinta hewan.

Yang menarik selain kasus ini bakal dibawa ke ranah hukum adalah sikap netizen menanggapi hal ini. Ada yang bilang too lebay, kebanyakan komplain, nyalahin pihak yang nitipin, dan seterusnya seterusnya sampe panjang banget kaya ig story Dian Sastro #lah. Kadang, asal bicara tuh emang melekat dengan manusia sih ya. Tapi kalo kamu di posisi jadi empunya binatang sih jelas bakal gak terima.

Sedikit cerita, memelihara hewan itu bukan urusan kamu suka-lucu-disayang-pas udah gede dan malesin (suka pup sembarangan, galak, gak bisa diatur, atau penyakitan), kamu bhay-in aja dia. Sungguh gak semudah itu, apalagi untuk binatang Anjing yang tingkat kesetiaannya ngelebihin pacar kamu. #eh

Hewan setia macem Hachiko tuh ga cuma cerita drama yang bikin kamu nangis bombay, tapi realitanya emang Anjing bisa sesayang itu sama empunya. Kamu kasih makan dia, rasanya kaya kamu the best creature in the world versi itu hewan. Karena saya gak mungkin piara Anjing, berteman sama orang yang punya Anjing adalah solusi supaya bisa mengenal dan pegang-pegang hewan yang satu ini. Dari teman pun saya dapat banyak ilmu soal bagaimana merawat dan memperlakukan mereka dengan baik. Sama kaya manusia, gak ada hewan yang pengen disakitin apalagi ditelantarkan. 

Hewan peliharaan harusnya diperlakukan seperti keluarga itu bener banget. Sekitar 5 tahun lalu saya sempat tegur kawan yang dengan gampangnya adopsi Anjing tapi begitu itu Anjing udah mulai kurusan karena sakit, dia telantarin gitu aja sampai udah mau sekarat baru dibawa ke dokter. Ibarat punya adek, masa sih gak perhatian kalo adek kamu sudah mulai ada gejala sakit atau nafsu makannya menurun? Muncul luka di kaki atau mengaung keras setiap sore? Sejak saat itu kawan saya jadi introspeksi kalau yang dia lakukan seakan gak ada empati. Hewan peliharaan itu tanggung jawab karena kamu bawa mahluk Tuhan, bukan boneka.

Beberapa kali ketemu orang yang suka mukulin hewan karena dia keganggu dengan suaranya atau empu yang udah clueless sama sikap hewannya akhirnya kebawa emosi kemana-mana. Saya bahkan sempat adu mulut dengan segerombolan anak cowok yang nendangin kucing liar di area kampus dulu, kalo gak suka mending abaikan aja hewannya gak usah disakitin. Gak perlu narik-narikin ekornya atau nyiramin pakai air deh. Gak ada yang namanya keperihewanan sih emang, tapi bertindaklah seperti kamu manusia yang punya empati.

Ketika kamu memutuskan untuk pelihara hewan, kamu berarti ikut memutuskan untuk merekrut keluarga baru. Kamu punya tanggung jawab lebih besar atas hidup mereka. Ada waktu dan tenaga yang kamu curahkan untuk mereka bahkan mungkin akan keluar biaya untuk makanan, steril, atau hal-hal lain yang gak bisa kita prediksi. Bisa jadi hewan kamu super manja atau juga kelewat mandiri dan pintar. Semua konsekuensi harus dipikirkan dari awal. Jika ragu, tanyakan kembali alasan kamu pelihara hewan itu apa. Mereka hidup cuma sekali juga sama kaya kita, jangan buat mereka ngerasain reinkarnasi dulu kalau mau tau rasanya menyesal ditinggal mati.

Ketika kamu tidak sanggup merawatnya, cari adopter yang bisa janji ngerawat dengan baik, bukan dijual-jualin atau ditendang aja dari rumah kamu. Yang terbiasa disayang lalu dibuang ke jalan, apa kamu tak pakai hati?

Kasus yang menimpa Nina dan anak kaki 4 lainnya di shelter sebelah jadi pelajaran kita bahwa manusia memang punya limitasi untuk menanggung hidup segitu banyak titipan Tuhan disana. Bisa saja melelahkan dan timbulkan emosi atau justru menjadi surga bagi hewan yang butuh tempat bernaung. Semoga segala hal baik melingkupi jalannya proses keadilan bagi semua pihak terkait. Tidak ada lagi hewan mati tanpa kabar ataupun terlantar.

Jika kamu sedang berdiri di pinggir jalan, baru selesai makan, atau punya sedikit cemilan, jangan lupa sisihkan makanan untuk hewan liar di jalanan yang kamu temui ya. Mungkin mereka butuh atau ingin dibiarkan begitu saja tanpa tendangan atau ancaman. Jadi manusia punya hati lebih baik daripada manusia penuh emosi. Itu hewan, bukan mantan yang bisa kamu jahatin, teman!

promosi anak kaki 4:
saya piara mereka tapi berharap bisa piara anjing juga sih.





Related Posts

No comments:

Post a Comment