Raisa, Kamu Gak Jahat


Indonesia sedang dirundung patah hati, katanya. Raisa akhirnya dilamar oleh Hamish Daud. Banyak orang yang kecewa lantaran kenapa harus Hamish Daud yang akan menikahinya, atau mengapa harus Raisa yang dilamar oleh Hamish Daud. Banyak yang cemburu, banyak yang kesal, Indonesia Patah Hati.

Sebagai public figure Raisa dan Hamish memang bisa dibilang milik kita bersama. Namun ingat teman-teman, mereka juga manusia, yang butuh privasi dan otoritas diri sepenuhnya. Mereka sama-sama cinta, memang mereka berjodoh. Jodohnya Raisa ya Hamish, dan jodohnya Hamish ya Raisa.

Tapi saya sebagai lelaki, jika diberi kesempatan mengirimkan surat untuk Raisa, saya akan menuliskan surat seperti berikut.

Dear Raisa
Selamat atas lamaranmu kemarin. Hamish adalah orang yang beruntung bisa mempersunting kamu. Banyak orang di Indonesia bahkan dunia yang ingin sekali menikah atau menjadi kekasih kamu. Tetapi tidak untuk saya. Saya tahu diri. Saya hanya ingin menggapai yang sekiranya bisa saya gapai.
Saya ingat pertama kali mendengar suara kamu adalah ketika saya putus cinta beberapa tahun lalu. Apalah Arti Menunggu adalah lagu pertama yang saya dengar waktu itu. Lalu kemudian beberapa tahun kemudian saya sering memutar ulang lagu LDR. Beberapa tahun kemudian saya sering memutar Jatuh Hati, dan terakhir -sampai saat ini- saya sering memutar lagu Usai Disini.
Perjalanan hidup saya beberapa tahun belakangan selalu ada lagu dari kamu sebagai lagi pengiringnya. Mungkin kamu sekarang sedang amat sangat berbahagia di sana. Entah beberapa bulan lagi kamu akan menikah secara resmi dengan Hamish. Saya menebak resepsinya pasti akan mewah sekali. Lalu setelah itu kamu akan pergi berbulan madu ke Eropa untuk beberapa minggu.
Banyak orang yang kecewa dengan pilihanmu. Banyak yang merasa kamu jahat. Tapi sungguh, bagiku kamu gak jahat kok, Suwer! Mungkin ini memang jalannya. Dengan peristiwa ini saya diingatkan untuk sadar diri dan realistis. Toh kamu juga gak akan nikah sama saya kan kalau kamu gak nikah sama Hamish. Lagipula, umur kamu kan lebih tua dari umur saya. Gak cocok lah ya kita.
Di akhir surat ini, saya ingin kembali menuliskan....
Raisa, Kamu Gak Jahat!

Surat ini gak akan dibaca sama Raisa. Karena Raisa gak kenal saya. Bahkan mungkin teman-teman yang nulis di galaubareng.com juga kayaknya gak ada yang kenal dekat dengan Raisa. Untuk kamu yang baca dan kebetulan dekat sama Raisa. Tolong bacakan surat ini sepenuh hati kepadanya ya.

Related Posts

No comments:

Post a Comment