Ramadhan dan Kenangannya


Karena lagi bulan Ramadhan, saya akan coba mengeluarkan kenangan-kenangan yang pernah saya alami selama bulan Ramadhan.

Saya ingat sewaktu masih TK dan saat saya sedang belajar berpuasa, Ibu saya selalu mendorong dan menguatkan saya untuk puasa setengah hari. Waktu itu kebetulan di rumah ada Nintendo, jadi puasa tidak terasa, dan tiba-tiba sudah adzan Zuhur dan berbuka puasalah saya. Namun setelah itu ya saya harus berpuasa lagi sampai adzan Maghrib.

Menjelang SD saya mulai belajar berpuasa satu hari penuh. Diiming-imingi imbalan pada akhir Ramadhan -entah itu uang, video game baru, atau sepeda. Karena hadiah itulah saya berusaha supaya puasa full, walau kadang saya curi-curi minum saat mengambil air wudhu.

Pertengahan SD akhirnya saya mampu berpuasa sebulan penuh tanpa imbalan. Ada kepuasan tersendiri saat bisa mengarungi hari lalu berbuka. Ada rasa menang di dalam dada. Ditambah waktu itu saya mulai ikut syuting beberapa sinetron yang ternyata di lingkungannya banyak banget crew yang gak puasa. Tapi saya kuat juga akhirnya.

Beranjak ke SMP. Ramadhan di SMP begitu beda dengan SD. Ditambah saya waktu itu aktif di organisasi ROHIS. Jadi beberapa kali kita harus ngadain malam iman dan taqwa dan persiapannya cukup menguras tenaga saat puasa. Angkat-angkat meja kelas mempersiapkan tempat MABIT, urusin snack yang lumayan menguras tenaga. 

Saya ingat sewaktu kelas 2 SMP, waktu itu sekolah mengadakan buka puasa bersama, dan waktu itu saya lagi jatuh cinta sama teman sekelas. Saya sudah berkecil hati karena dia bilang gak akan ikutan buka puasa bersama kala itu. Tapi pada harinya, selepas berbuka, saya berpapasan dengannya di tempat wudhu. Saya ingat senyum dan lesung pipi nya kala itu.

Masa SMA adalah masa puasa yang paling berkesan. Tahun pertama saya diajak ikutan tampil di pertunjukkan teater di acara buka puasa bersama. Bersama kakak-kakak kelas yang sebenernya saya ngeri bergaul dengan mereka. Tapi akhirnya pentas kita berhasil waktu itu. Pada tahun kedua di SMA, pada waktu bulan puasa juga, dan tepat pada hari ulang tahun, saya mendapat surat sidang karena tidak menjalankan tugas OSIS dengan baik. Jadi pada hari itu saya disidang oleh guru dan beberapa teman Majelis Permusyawatan Siswa di sekolah. Tetapi pulangnya, saya diberikan hadiah oleh kekasih saya saat buka puasa bersama dia untuk merayakan ulang tahun saya. Sweater berwarna abu-abu yang sampai sekarang masih saya simpan dan saya pakai sekali-sekali.

Kenangan Ramadhan pada masa kuliah sangat sedikit. Yang saya ingat saya harus datang lebih pagi ke kampus, lalu tidur di mobil teman untuk menunggu jam masuk ujian terakhir. Oiya, masa orientasi mahasiswa ketika itu juga jatuh pada bulan Ramadhan. Pagi-pagi buta saya berkumpul di rumah salah seorang teman, lalu berangkat ke kampus dengan diantar oleh Bapaknya.

Kenangan-kenangan Ramadhan tidak akan pernah saya lupa. Senyum-senyum bahagia orang yang kita sayang. Perjuangan untuk menggapai kemenangan di akhirnya. Berharap kembali suci pada hari raya. Banyak lagi sebenarnya kenangan saat Ramadhan. 

Kalau kamu, punya kenangan apa tentang Ramadhan?


Related Posts

2 comments

  1. Bagian puasa jaman kecil yang paling gue inget itu jajan kerupuk mi disiram sambel kacang setelah solat tarawih di warung depan mesjid. Icha ya, ngga jauh-jauh dari makanan :D

    ReplyDelete
  2. Kita punya kenangan masing-masing dengan bulan ini, Kak.

    ReplyDelete