Terbiasa, Beradaptasi, Turunkan Ekpektasi

Kita harus terbiasa dengan apa yang ada di sekeliling kita. Sebagai makhluk sosial, kita harus bisa beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan. Kalau lama, dan selalu terjebak di masa lalu ya kita gak bisa maju-maju.

Weekend lalu saya habiskan dengan berolahraga. Minggu pagi saya jogging bersama tiga teman saya di Car Free Day Sudirman. Kalau tidak salah hitung, saya sudah hampir dua bulan tidak berolahraga. Terakhir berolahraga beneran sekitar awal Februari lalu. Teman-teman futsal rutin setiap Jum'at sudah entah kemana, alhasil saya cuma sesekali jogging pada hari Sabtu atau Minggu pagi. Badan saya kaku-kaku, kaki saya njarem sampai saat saya menuliskan tulisan ini. Ditambah hari ini sebelum saya menuliskan tulisan ini, saya harus ikutan futsal dengan teman-teman kantor, tambah sakit-sakitlah badan saya sekarang. Itu semua karena saya tidak terbiasa berolahraga.


Begitu juga dengan sekeliling. Kita harus terbiasa dengan pressure dari atasan. Memang awalnya terasa menyakitkan, tapi lama-lama juga jadi biasa. Kita harus terbiasa dengan deadline client yang mepet dan baru datang mendekati jam pulang kantor. Semuanya harus terbiasa, dan kita harus beradaptasi dengan itu semua. Kalau tidak mau, ya konsekuensinya tergerus arusnya.
"Lemesin Aja Tsay..." 
Banyak orang yang bilang begitu. Sudah sepatutnya hidup ini kita terima dengan lapang dada, legowo, sabar, dan menerima. Syukuri saja apa yang sudah kita dapat. Kalau mau lebih ya tinggal berusaha yang lebih lagi. Hasil tidak akan mengkhianati usaha kok, sekut aja.

Jalani hidup dengan biasa aja. Bangun pagi membaca doa lalu bersyukur jatah nafas kita masih ada. Berangkat ke kantor dengan senyum supaya mood seharian bagus. Kalau di jalan tali gas atau kopling motor putus ya senyumin aja, mungkin itu cobaan.


Begitu pula dengan cinta. Di zaman sekarang kita harus terbiasa di-PeHaPe-in orang. Udah deketin lama gaktaunya cuma dianggap teman. Kita juga perlu terbiasa dengan hal-hal yang tidak kita harapkan. Jangan berekspektasi terlalu tinggi. Kalau jatuh, sakit nanti. Biasa ajalah, kalau jodoh juga pasti akan berujung di pelaminan. Tinggal pilih resepsinya mau di hari Sabtu atau Minggu -walaupun gak cuan, tapi kan paling gak ada uang bantuan dari orang yang kondangan.

Intinya adalah kita harus terbiasa, mudah beradaptasi, dan jangan berekspektasi terlalu tinggi. Udah lah, semoga kita bisa menjalankan.


Related Posts

No comments:

Post a Comment