Mencintai dengan sederhana


I'll show you mine if you show me yours first
Let's compare scars, I'll tell you whose is worse
Let's unwrite these pages and replace them with our own words

We live on front porches and swing life away,
We get by just fine here on minimum wage
If love is a labor I'll slave till the end,
I won't cross these streets until you hold my hand

Menurut penggalan lirik di atas, cinta bisa dimulai, dibangun dan dirawat dengan cara yang sederhana. Bukan dengan kata-kata romantik, traktiran wah, atau jenis gimmick lainnya. Cinta bisa dimulai dengan belajar dari tragedi masing-masing. Menulis kisah yang baru di atas trauma dan tabu. Melirik masa depan dengan mengindahkan masa lalu. Jikalau kita para pejuang hasrat dan eksistensi ingin saling mengisi void masing-masing. Menyeberang ke sebuah linimasa bersama-sama. Hari ini, esok dan kalau bisa hingga selamanya.

Jatuh cinta bisa dimulai dari hal yang sederhana. Seperti misalnya, kisah teman saya yang bisa jatuh cinta sama istrinya karena awalnya tidak bisa memasak.  Atau dipertemukan di klub buku kesayangan hingga berlanjut ke pelaminan.

Banyak hal bisa dimulai dengan sederhana. Seperti jatuh cinta. Masalah melupakan? Oh, itu baru rumit.

Related Posts

No comments:

Post a Comment