Kemana Perginya Rasa Itu

Gak terasa udah seminggu lebih dari hari Ied. Rasanya baru kemaren saya sholat Ied yang diawali dengan lari-lari ke masjid karena pas saya datang ternyata sudah bilal sholat. Banyak kenangan yang datang, tapi ada juga kenangan yang hilang dan gak bisa saya rasain lagi di lebaran tahun ini.

Seiring berumur banyak hal-hal kecil yang dulunya membahagiakan hilang. Menjadi dewasa ternyata sangat mampu menghilangkan kesenangan-kesenangan yang muncul dari hal-hal kecil. Dulu waktu bersekolah rasanya membahagiakan sekali sewaktu mendapatkan THR, namun sekarang rasanya biasa saja menerima THR dari saudara atau orangtua sendiri. Dulu senang luar biasa rasanya ketika setelah lebaran bisa nonton bioskop dari uang THR, sekarang rasanya biasa saja. Dulu rasanya puas banget ketika bisa main Timezone dari hasil uang THR, sekarang rasanya biasa saja. Bahkan sekarang saya gak tau Timezone masih ada atau gak.

Sudah berusaha pergi ke tempat-tempat yang bisa membangun kenangan indah saat lebaran, tetap saja rasa bahagia dari hal-hal kecil itu sudah tidak muncul. Dulu sewaktu bersekolah, dapat izin untuk menginap di rumah teman saat libur adalah hal yang luar biasa menyenangkan. Tahun ini saya dua hari berturut-turut menginap di rumah teman dan rasanya biasa saja.

Saat bersekolah dan berkuliah, saya paling getol untuk bikin kata-kata mutiara atau copas kata-kata mutiara mohon maaf lebaran. Tapi setelah bekerja saya cukup memberikan nama orang yang dituju dan ucapan maaf. Gak ada kata-kata indah permintaan maaf. Tegas, lugas dan jelas ditujukan kepada orang yang ingin kita meminta maaf saya rasa lebih kelas.

Saya menceritakan hal ini ke Ibu. Ibu bilang kalau semua itu memang akan biasa aja. Seiring bertambahnya umur, seiring kita bisa mencari nafkah sendiri, kebahagiaan dari hal-hal kecil itu akan hilang. Apakah uang malah menghilangkan kebahagiaan?

Sebagai manusia dalam usia produktif, mungkin saatnya saya mencari hal-hal kecil yang membuat hati anget, pipi merekah, dan senyum-senyum sendirian di saat hari lebaran tiba.






Dan saya menemukan kebahagian dari hal kecil itu. Ketika saya melamun, memikirkan masa depan, dan dengan seenaknya bayangan wajahmu jatuh di cangkir kopi kemarin malam. Lengkap saat tempat kopi baru itu muterin Officially Missing You.

It official
You know that I'm missing you
Yeah yes
All I hear is raindrops 
And I'm officially missing you

Related Posts

No comments:

Post a Comment