Reflection Eternal


Aku ingat mengajakmu ke taman pada hari Minggu. Kebetulan, hari itu sangat cerah sekali dengan sedikit guratan awan agar hari Minggu kita tidak terlalu panas. Kamu selalu bawa tisu setiap berjalan denganku. Kamu tahu kalau aku mudah sekali berkeringat. Kamu tahu itu dari hari pertama kita bertemu ketika kita duduk di sebuah kafe dengan minuman dingin di atas meja. Kamu yang tidak berkeringat, sedangkan aku berkeringat seperti habis lari 1 km padahal ACnya dingin. Kamu mengira aku sedang sakit dan pertemuan kita selain diakhiri dengan ciuman, juga dengan usapan tisu kamu ke dahiku.

Di taman yang sama, aku menaruh headsetku ke kedua telingamu yang bercuping sedang. Aku meminta kamu menutup mata sambil bilang, "kamu suka?"

Kamu mengangguk sambil memejamkan mata, dengan sedikit menggoyangkan kepala mengikuti irama lagu ini.

You're a flower.
You're a river
You're a rainbow.

Begitulah lirik lagu ini. Ketika pulang, aku lupa kalau lagu ini lebih cocok diputar ketika senja di pantai. Hari mulai senja dan kita pun pulang.Yang aku ingat dari kamu sehabis jalan di taman adalah bau rambut kamu yang seperti daun terkena hujan. Sedangkan, yang kamu ingat dariku adalah bau keringatku.

Sampai jumpa di lain waktu.

Related Posts

No comments:

Post a Comment