Ekspektasi Tak Jadi

Judulnya hampir mirip Copy yang saya dan team di kantor buat untuk pitching salah satu brand. Tapi ya gitu, projectnya akhirnya dapet.

Project ini kembali membuat saya tambah realistis dengan hidup. Hari ini untuk pertama kalinya saya ngebet banget jadi PNS. Alasannya ya karena realistis si, masa depan yang udah pasti, tapi gak tau deh nantinya jadi apa kagak.

Semakin hari kadang saya suka ketawa dengan diri saya di masa lalu. Idealis yang terlalu gede, sampai akhirnya capek sendiri dengan keadaan sekitar. Gak semua yang kita inginkan akan sesuai dengan harapan. Kalau udah begitu ya ujung-ujungnya menyesal dan gigit jari.
"Mampus Kau Dikoyak-koyak Sepi" - Chairil Anwar
Kalau udah begitu baru deh diem.

***

Akhir pekan kemarin saya tutup dengan nonton La La Land lagi. Kali ini semua ingatan saya menyeruak keluar. Saya ingat betul suasana hati hari di mana saya nonton La La Land sendirian di Gandaria City. Nasib diujung tanduk. Bingung mau lanjut kerja di mana pada hari itu. Terlalu worry padahal pada akhirnya semua ada jalannya. Saya tetap bisa bekerja sampai hari ini.

Selain itu ada juga senyuman-senyuman yang menyeruak saat saya nonton La La Land akhir pekan kemarin. Saya teringat masa-masa SMA. Rasa kesal, putus asa dan cinta yang berubah dari hangat menjadi dingin lalu berujung putus. La La Land ngingetin saya rasanya LDR, capek dengan cemburu yang kata Vidi Aldiano :Menguras Hati", sampai akhirnya semua selesai lalu menyisakan setitik sesal dan sekarang si udah biasa-biasa aja lagi. Cuma kalau diinget-inget, lucu juga si.

Apakah ekspektasimu? Sudahkah Ekspektasimu terwujud semua? Kalau sudah ya syukuran lah, atau makan-makan kek.

Salah satu scene yang paling saya suka di La La Land


Related Posts

No comments:

Post a Comment