Cerita Lama

Aku suka dengan hal-hal yang sudah lama. Lagu lama, film lama, kenangan lama, cerita lama. Bagiku mereka tidak pernah usang dimakan zaman, tak lekang dilahap waktu.

Lagu lama selalu mengingatkanku dengan hangatnya senyum Ayah dan Ibu. Sewaktu ku kecil, mereka selalu mendengarkan lagu lama di mini compo yang sudah jompo. Mereka mendengarkan lagu dan mendendangkannya.

Film lama selalu membawa perasaan hangat. Beberapa hari lalu aku menonton film yang sudah lama. 19 tahun lalu film itu keluar. Aku ingat pernah meminjam film itu di rental VCD dekat rumah. Seorang anak muda yang sekarang entah di mana dan bagaimana kabarnya yang menunggu rental VCD itu. Film itu mengingatkanku tentang masa sekolah. Di-bully. Diludahi. Dicaci. Namun semua itu hanya bisa kubalas dengan prestasi.

Kenangan lama sering membuat hati terasa penuh. Masa lelah sepulang sekolah dan harus pergi bekerja mencari nafkah. Pulang larut malam bahkan hingga pagi, dan besoknya harus masuk sekolah karena ada ulangan matematika. Nasib... Nasib... Hidupku penuh dengan liku, suka, duka, asu, dan rentetan kalimat tidak senonoh sepanjang waktu.

Cerita lama membuatku merasa damai. Aku merasa sudah berjalan jauh. Menengok ke belakang sekali-kali adalah cara untuk terus maju. Aku ingat cerita-cerita yang diceritakan nenek dan kakek. Tentang mereka yang katanya punya sepasang kuda, tentang pelarian mereka ke dalam hutan ketika jepang menyerang. 

Mungkin kau juga termasuk cerita, kenangan, lagu, film yang sudah lama. Tak pernah usang, tak pernah lekang dilahap zaman.


Related Posts

No comments:

Post a Comment