Menyelamatkan Diri dan Hati

"Hadapi dan selesaikan masalahnya"

Kalimat itu pasti pernah kita dengar. Intinya jangan lari dari masalah. Hadapi dan selesaikan. Tapi untuk perihal yang satu ini, banyak dari kita yang lari, ini tentang masalah menyelamatkan diri dan hati.

Tidak semua orang berani dan punya nyali untuk menyelesaikan masalah tentang hati. Contohnya seperti sengaja tidak menghadiri acara resepsi pernikahan mantan kekasih, atau datang ke resepsi pernikahan teman karena takut bertemu mantan kekasih yang sudah disunting orang. Untuk masalah hati memang susah, sih.

Saya pun salah satu orang yang memilih menyelamatkan diri dan hati. Saya memilih tidak datang ke pernikahan mantan kekasih, alasannya karena lebih memilih bertemu dan menemani teman yang sedang bekerja, atau lebih tepatnya saya memilih menyelamatkan diri dan hati. Salah? Bisa iya, bisa tidak. Salah karena sudah diundang dengan baik, tapi kok malah tidak datang. Benar karena menyelamatkan diri dan hati dirasa lebih penting dari menghadiri resepsi mantan kekasih yang notabene sudah disunting orang.

Banyak orang yang memilih menyelamatkan diri dan hati, walaupun banyak tanya yang menggantung, biarkanlah, biar menjadi tanda tanya yang datang setiap malam dan pagi. Tapi ada juga yang berani menyelesaikan perkara diri dan hati. Dengan mantap berjalan di atas pelaminan mantan kekasih yang disunting orang, mengucapkan selamat, dan mengikhlaskan kalau memang dulu kita pernah menjaga jodoh orang.

Seorang teman bercerita dengan mata berkaca-kaca. Ia berjalan mantap di pelaminan mantan kekasih yang sudah lama ia pacari, namun harus kandas, membuka hati dan mengikhlaskan kalau ternyata kekasihnya adalah jodoh orang lain. Dia bercerita tentang masa-masa mereka berpacaran, tentang hujan yang turun saat mereka nonton festival, tentang sepayung berdua ketika jalan menuju parkiran, tentang harapan-harapan dan cita-cita mereka kelak jika hubungan mereka berakhir di pelaminan. Ternyata lama waktu berpacaran tidak melulu berakhir bahagia, hubungan mereka kandas dan yang tersisa hanya air mata. Selang dua bulan kemudian mantan kekasih dipinang orang lain, dan akhirnya menikah. Sampai akhirnya ia bisa dan mampu membuka hati lagi.

Banyak orang berpendapat tentang ini, lebih baik menyelamatkan diri dan hati. Walau mungkin ada cap cupu yang melekat di diri. Tapi ya ora urus, jalani aja lagi.


Related Posts

No comments:

Post a Comment