Olahraga dan Olahrasa Lewat Berlari



Aktivitas baru yang sedang saya rajin lakukan adalah berlari di pagi hari. Selama seminggu saya sekarang bisa berlari empat sampai lima kali. Tidak jauh jaraknya, di weekdays saya biasa berlari 2-4Km setiap pagi, dan di weekend saya coba berlari sejauh 6-10Km. Memang masih belum istimewa, tetapi aktivitas berlari ini membuat saya senang setiap hari.

Dulu saya tidak menyukai aktivitas ini, olahraga yang tidak punya goals atau menurut saya kurang kompetitif. Lebih asik main bola dari pada berlari di pagi hari. Tapi semakin hari, ketika banyak teman-teman semakin sibuk oleh aktivitas masing-masing, saya kemudian menyadari kalau lari adalah aktivitas yang menyenangkan. Saya tidak perlu bergantung kepada orang lain, karena kalau saya mau, saya bisa berlari setiap hari tanpa orang lain.

Saat berlari saya menemukan pengalaman baru. Pengaturan nafas dan langkah adalah kunci saat kita berlari. Selain itu, saya juga bisa sekalian berolahrasa. Ketika berlari, saya bisa melamun untuk memikirkan hal-hal yang ingin atau akan saya lakukan. Pengalaman olahrasa ini yang saya tidak dapatkan di olahraga kompetitif seperti futsal.

Minggu pagi adalah saat favorit saya. Beberapa minggu ini saya rutin datang ke CFD, baik ada teman atau tidak. Saya bisa melihat raut wajah masyarakat Jakarta di sana. Perilaku masyarakat dan kaum urban ada di sana. Salah satu yang membuat saya menyukai olahraga ini adalah karena di CFD juga banyak orang-orang yang berlari.

Berlari adalah filosofi, begitu katanya.

Saya belajar mendorong diri saat berlari. Walaupun kaki rasanya sudah tidak kuat, dan nafas sudah mulai tersengal-sengal, saya berusaha membawanya tetap tenang, mulai mengatur nafas lagi, dan ternyata dengan saya tetap merasa tenang, saya bisa mengarungi beberapa ratus meter atau bahkan satu atau dua kilometer lagi.

Jadi... apakah kamu mau ikutan berlari?

Related Posts

No comments:

Post a Comment