Akhirnya Tumbang Lagi

Maafkan saya yang telat nulis di blog ini. Karena jadwal saya seharusnya kemarin, tapi karena saya terkena flu dan rasanya setelah pulang kantor kemarin badan terasa lemas, jadinya saya lebih memilih langsung tidur.

Sebenarnya banyak hal yang bisa saya dapatkan ketika saya terserang sakit seperti sekarang. Karena saya punya banyak sekali kenangan dengan sakit. Baik kenangan baik dan kenangan kurang baik.


Kita mulai dari kenangan baik dulu ya.

Kenangan baik yang saya dapat sewaktu sakit adalah, saya ingat ketika TK saya harus tidur di meja operasi karena amandel yang begitu mengganggu aktivitas saya waktu itu. Banyak orang yang menyayangi saya menjenguk saya di rumah. Membawakan es krim -karena pada saat itu saya memang harus banyak memakan es krim supaya bekas operasinya segera membaik. Saya ingat banyak sekali orang-orang yang mendatangi rumah saya waktu itu. Guru TK saya yang galaknya luar biasa berubah menjadi sangat baik ketika datang berkunjung ke rumah.

Kenangan baik lainnya adalah ketika saya SMA, waktu itu saya sakit typus dan beberapa hari tidak masuk sekolah. Teman-teman sekelompok datang ke rumah, untuk menjenguk sekalian meminjamkan buku catatan biologi kepada saya. Mereka bercerita kalau ada ulangan saat saya sakit, tapi saya bisa mengikuti ulangan susulan. Mereka juga memberikan saya satu slot sebagai anggota kelompok praktikum biologi.

Kenangan baik yang selanjutnya adalah masih di masa SMA. Saya masih ada di sakit typus yang sama seperti paragraf sebelumnya. Kekasih saya waktu itu mengirimkan pesan singkat akan menjenguk dan membawakan saya makanan. Ia datang sepulang sekolah, dan ternyata saya sedang istirahat waktu itu. Kakak sepupu saya membangunkan saya dan membawakan sekotak macaroni schotel dan susu darinya. Ia mengatakan kalau kekasih saya datang dan sekarang sedang mau pulang karena takut mengganggu waktu istirahat saya. Sontak saya bangun dari tempat tidur dan syukurlah ia belum jauh meninggalkan rumah, jadi saya bisa bertemu dengannya waktu itu.

Kenangan baik berikutnya adalah di setiap saya sakit. Ada orang yang masih menyayangi saya. Orang tua, adik-adik, nenek waktu itu, bahkan sampai tetangga. Mereka begitu peduli dengan saya. Ibu yang dengan sabar dibangunin tidur malamnya karena saya yang mengigau pada malam hari, adik saya yang sering membenarkan selimut ketika saya tidur, bapak yang selalu menelpon dari kantor dan menanyakan kabar saya, dan alm.nenek yang dulu selalu menengok saya ke kamar dan menanyakan saya perlu apa.

Kita beranjak ke kenangan yang kurang baik.

Kenangan kurang baik yang paling saya ingat ketika saya sakit adalah kekasih saya yang saya sebutkan di atas jadian dengan orang lain. Waktu itu kita sudah putus karena hubungan jarak jauh.

Sebenarnya ada lagi kenangan yang kurang baik, tapi ini paska saya sakit typus waktu SMA. Seminggu berselang, hubungan saya dengan kekasih saya waktu itu harus putus. Dan saya ingat, saya harus mengembalikan kotak makan yang ia berikan kepada saya yang berisi macaroni schotel ketika saya sakit ke tempat ia kursus.

Ada lagi kenangan yang kurang baik? Sepertinya sudah saya lupakan karena ketika saya cari ke bank ingatan tidak ada lagi kenangan kurang baik saat sakit di sana.

Tapi, jujur saya menikmati masa-masa sakit. Bau keringat yang bercampur dengan antibiotik, segala mimpi buruk yang di dapat ketika demam tinggi, teman-teman yang perhatian, keluarga yang menyayangi, semua orang yang peduli.

Dan besok, saya sudah bisa beraktivitas lagi.


Related Posts

No comments:

Post a Comment