Semoga Bukan Angan yang Kelamaan

Berapa lama kita harus meyakini kalau dia adalah orang yang benar-benar kita cari? Seminggu? Dua minggu? Sebulan? Tiga Bulan? Atau pada saat mata kita saling bertemu dan menatap satu dengan yang lainnya pertama kali?


Jatuh cinta itu tidak ada jadwalnya. Bisa jadi karena kita bantuin bangunin orang yang kebetulan dia jatoh pas lagi sama-sama lari di GBK, atau mungkin karena kita tidak sengaja duduk satu meja di tempat makan cepat saji karena memang tempat duduknya penuh, dan kamu hanya duduk sendirian di meja untuk berempat lalu ada orang yang menanyakan apakah bisa sharing meja atau tidak. Atau sesimpel ngobrol random things tentang bahas jadwal kereta yang telat dan akhirnya menemui kecocokan kalau ternyata kamu dan dia punya selera bacaan yang sama.

Tidak jarang beberapa teman jatuh cinta karena hal-hal yang sederhana. Ada juga yang jatuh cinta karena mendengar cerita seseorang yang menggebu-gebu dengan buku bacaannya, atau film kesukaannya. Jatuh cinta itu memang tidak tentu kapan datangnya. Ada yang jatuh cinta karena memang si dia bisa main alat musik, atau pelari amatir yang rajin banget lari keliling komplek dan rajin CFD setiap minggu.

Tapi kadang banyak hal yang tak terduga terjadi, ketika kita mengenal lebih dalam, ternyata banyak hal yang (menurut kita) tidak bisa ditolerir. Seperti dia yang sering ngupil di sembarang tempat, makannya ngecap, atau kalau nulis pesan singkat disingkat-singkat atau tulisannya alay. Akhirnya karena hal-hal itu muncul perasaan ilfeel dan jadi males ketemu dan ngobrol. Ada juga yang sudah jatuh cinta, salto, dan lompat indah berkali-kali, cuma karena dia balas pesan singkatnya lama dan pendek-pendek muncul lah perasaan "Aku berusaha mencintai, tapi cintaku tak bersambut" akhirnya jadi males lagi ngobrol sama dia.

Tapi jatuh cinta yang paling berat adalah ketika bisa mencintai dalam diam. Sering muncul perasaan ingin tahu kabarnya, was-was kalau dia pulang malam, dan resah kalau dia tidak masuk kuliah besoknya. Saat jatuh cinta dalam diam, kita jadi manusia yang paling kepo urusan dan kabarnya dia. Dan ketika dia hadir di depan mata, kita jadi agak salting, sekaligus lega. Dia yang dicinta ada dalam wujud nyata dan ada di depan kita.

Semua jatuh cinta itu akan kalah semua pada akhirnya, dengan keberanian menyatakan, dan tentu cinta yang bersambut, lalu berujung dengan komitmen untuk hidup bersama sampai akhir hayat.


Semoga Bukan Angan yang Kelamaan

Related Posts

No comments:

Post a Comment