Mumpung Belum Waktunya yang Membuat Berkaca-kaca

Image Source : Google
Sepertinya kalimat "Mumpung Belum Waktunya" pas buat mengantarkan diri agar kedamaian timbul dan tumbuh subur di hati kita, kenapa? Karena biasa kalimat ini muncul di saat kita dalam keadaan genting atau mepet, atau bisa jadi pengingat kita untuk mempersiapkan diri karena "Mumpung Belum Waktunya"

Yuk kita ketemuan dan ngopi bareng, mumpung belum waktunya kita sibuk nih.
Yuk kita ngerjain deadline ini duluan, mumpung belum waktunya mepet.
Mumpung belum waktunya kita pindah, jadi kita nikmatin deh tinggal di rumah ini sepuas-puasnya.
Mumpung belum waktunya race, jadi kita bisa nih santai-santai dulu sambil ngatur strategi pas race marathon nanti.
Kemarin gue nonton film itu di bioskop, mumpung belum waktunya itu film turun layar.
Mumpung belum waktunya tidur nih, yuk kita telponan!
Ah, gue mau ngabisin masa muda gue buat banyakin traveling, mumpung belum waktunya gue berumah tangga dan nanti ngurusin anak.
Shopping dulu ah... mumpung belum waktunya anak pulang.
Belajar dulu sedikit, mumpung belum waktunya jam kuis dimulai.
dan lain lainnya.

Ada satu yang membuat saya berkaca-kaca kemarin minggu.

Saya berusaha menjenguk dua orang tua dari sahabat saya. Dari situ saya menyadari kembali betapa berharganya mereka dan kita sebagai anak wajiblah menyayangi mereka. Mumpung belum waktunya kita berpisah, entah untuk berpisah sementara, atau berpisah selama-lamanya.


Related Posts

No comments:

Post a Comment