Catatan Ramadan

Akhirnya datang lagi bulan yang satu ini. Sudah lama dinanti-nanti dengan harap dan cemas karena satu pertanyaan
"Apakah saya akan sampai di Ramadan tahun depan?"
Alhamdulillah saya bisa sampai di Ramadan tahun ini.

Ramadan datang dengan keindahannya, kebaikannya, keistimewaannya untuk setiap kita. Kamu tahu ada banyak sekali orang yang menyambut momentum Ramadan ini dengan riang gembira? Bukan hanya kaum muslim, teman-teman saya yang non-muslim juga senang menyambut bulan ini. Bulan di mana kebahagiaan meluap-luap, kebaikan berada di mana-mana.

Lalu, apa yang harus kita lakukan selama Ramadan?

Ramadan adalah momen yang tepat untuk kita memutuskan dan menjauhi semua perilaku buruk pada diri kita. Bukan memberikan jeda, tetapi benar-benar menghapus dan meninggalkan perilaku buruk, demi menjadi pribadi yang lebih baik lagi saat hari Ied nanti.

Ramadan datang, banyak muncul hal-hal yang menarik untuk saya kaji. Koreksi diri terutama. Akankah Ramadan ini benar-benar menjadi Ramadan yang membuat saya lebih baik lagi, atau hanya lewat dan saya tidak mendapatkan manfaatnya apa-apa. Semoga tidak, ya.

Kau bisa rasakan kan bagaimana bahagianya hati ketika Ramadan datang. Orang-orang berbondong-bondong melakukan kebaikan. Bersedekah, mengkaji kitab suci, pergi salat berjamaah di masjid, berpuasa. Ah, berpuasa. Ini yang membuat lebih istimewa. Ramadan memerintahkan kita untuk berpuasa.

Saya teringat waktu sekolah dulu, saya sering berlaku curang saat berpuasa. Meminum air wudhu, atau curi-curi bunga es dari kulkas, dan paling parah batal karena mencium aroma mie instan dari teman yang juga batal. Pergi jalan kaki saat setelah salat Subuh bersama teman-teman. Membeli dan menyalakan petasan saat sore, bermain kembang api saat malam. Banyak kenangan-kenangan yang tercecer selama saya mengarungi 25 tahun saya bersama Ramadan.

Semoga Ramadan kali ini saya, kamu bisa memetik banyak yang baik-baik, dan kita bisa merayakan kemenangan di hari Ied nanti.


Related Posts

No comments:

Post a Comment