Jadi Sampai Kapan?

Berada di tengah-tengah teman yang sedang kasmaran itu seru. Banyak cerita, lagu, dan celetukan-celetukan yang menyentil yang bisa dinikmatin. Kadang curhat terselubung, bantuin cari siasat supaya si orang yang digebet paham dan menyadari kalau dia lagi digebet, sampai kadang memberikan wejangan untuk selalu sabar dan berusaha, pasti dia akan ngerti juga.

Perhatian-perhatian akan kalah dengan kepastian. Utarakan. Masalah bertepuk sebelah tangan masalah ntar, yang penting hati lega dan dia tau kalau kita lagi suka sama dia. Rasa sayang dan cinta bisa tumbuh kok, cepat atau lambat.

Tapi ada masalah yang datang, yaitu saat kita jatuh cinta sama teman dekat sendiri. Canggung. Kalau mengutarakan cinta dan ternyata dia cuma nganggep temen aja bisa runyam. Hubungan jadi longgar, malah berujung gakbisa deket-deket dia lagi. Palingan hanya meratapi nasib, dengerin lagu galau sama sering curhat ke teman lain baiknya bagaimana, jujur aja atau simpan cinta rapih-rapih dalam hati.

Friend Zone, ini sebenarnya awal masalahnya. Banyak orang supel di luar sana yang bisa dekat dengan siapa aja dalam waktu singkat. Untuk orang yang baperan, friend zone ini bisa jadi masalah besar. Sering dicurhatin, cerita panjang-panjang, perhatian, tapi ujung-ujungnya jadian sama yang lain, atau yang paling pedih adalah ketika ngutarain perasaan dan dijawab kalau hubungan ini ya temenan aja. Udah ngarep puol, perhatian 100%, kalau dia sedih selalu siap jadi pendengar yang baik dan sandaran kepala, padahal ya statusnya cuma teman aja.

Jadi, sampai kapan?


Related Posts

No comments:

Post a Comment